Tentang Al-Azhar dan Mesir

Koran di Mesir:
Al-Ahram Newspaper
Al-Gomhuria Newspaper
Al-Wafd Newspaper
The Egyptian Gazette

Shawt al-Azhar

Sejarah Universitas al-Azhar

Perjalanan panjang Al-azhar yang kini jelang usia 1037 tahun perhitungan masehi atau 1069 tahun penanggalan hijriah memang menarik di simak. Sejak di bangun pertama kali pada 29 jumadal ula 359 H.(970 M.) oleh panglima Jauhar Ash-shiqili lalu dibuka resmi dan shalat jum’at bersama pada 7 Ramadhan 361 H., lembaga besar yang mulanya sebuah masjid ini bagai tak pernah lelah membidani kelahiran para ulama dan cendekiawan muslim. “masjid sekaligus institusi pendidikan tertua,” itulah penghargaan sejarah buatnya.
Kelahiran Al-azhar tak bisa dipisahkan dari peran dinasti fathimi yang kala itu dipimpin oleh khalifah mu’iz li dinillah ma’ad bin Al-mansur (319-365 H./931-975 M.), khalifah keempat dari dinasti fathimiyah. Jauh sebelumnya ketika islam mulai menyebar kemesir (641 M.) dimasa khalifah umar bin khatab, pendidikan islam formal sebenarnya telah berjalan sejak berdirinya mesjid pertama di afrika.
Sudah menjadi suatu kaedah tak tertulis bahwa peradaban islam disuatu daerah selau di kaitkan dengan peran masjid jami'(masjid negara) di kawasan tersebut.hal ini mungkin di ilhami dari kerja nyata rasul S.A.W, ketika hijrah kemadinah, Tugas pertama yang yang beliau lakukan adalah membamgun masjid nabawi. Ini menandakan peran masjid yang tidak hanya terbatas dengan kegiatan ritual semata. Tapi lebih dari itu, mesjid adalah sentral pemerintahan islam, sarana pendidikan, mahkamah, tempat mengeluarkan fatwa, dan sebagainya.
Hal inilah yang kemudian dilakukan oleh ‘amru bin ‘ash ketika menguasai wilayah mesir. atas perintah khalifah umar, panglima Amru bin ‘ash mendirikan masjid pertama di afrika yang kemudian dinamakan masjid ‘amru bin ‘ash di kota fushtat, sekaligus menjadi pusat pemerintahan islam mesir pada waktu itu. Selanjutnya dimasa dinasti Abbasiyah, ibu kota pemerintahan ini berpindah lagi ke kota yang di sebut al-Qatha’i dan di tandai dengan pembangunan sebuah masjid bernama Ahmad bin thoulun.
Masa demi masa berlalu, pemerintahanpun silih berganti. Tiba era daulah fathimiyah (385 H./969 M.) ibu kota mesir berpindah kedaerah baru atas perintah khalifah Al-mu’iz li dinillah yang menugasi panglimanya, jauhar Ash-shiqili, untuk membangun pusat pemerintahan. Setelah melalui tahap pembangunan, daerah ini dinamai kota al-Qahirah.
Sebagaimana sejarah islam masa lalu, setiap berganti daulah selalu di tandai dengan pembangunan masjid di pusat ibu kota. Sehingga kurang setahun kemudian, beriringan dengan pembangunan kota al -Qahirah didirikan pula sebuah masjid bernama jami’ah Al-Qahirah (meniru nama ibu kota ). Seluruhnya masih dalam penanganan panglima Jauhar Ash-shiqili.
Pada masa khalifah Al-‘aziz billah, sekeliling jami’ Al-Qahirah dibangun beberapa istana yang disebut al-Qushur az-zahirah. Istana-istana ini sebagian besar berada di sebelah timur (kini sebelah barat husein), sedangkan beberapa sisanya yang kecil di sebelah barat (dekat masjid al -azhar sekarang), kedua istana dipisahkan oleh sebuah taman nan indah. keseluruhan daerah ini dikenal sengan sebutan “madinatul fathimiyin al- mulukiyah”. kondisi sekitar yang begitu indah dan bercahaya ini mendorong orang menyebut jami’al-Qahirah dengan sebutan baru, jami’ Al-Azhar (berasal dari kata zahra’ artinya : yang bersinar, bercahaya, berkilauan).
Para khalifah jauh -jauh hari menyadari bahwa kelanjutan al-azhar tidak lepas dari segi pendanaannya. Oleh karena itu setiap khalifah memberikan harta wakaf baik dari kantong pribadi maupun kas negara. Penggagas pertama wakaf bagi al-azhar dipelopori oleh khalifah Al-hakim bin Amrillah, lalu diikuti oleh para khalifah berikutnya serta orang-orang kaya setempat dan seluruh dunia islam sampai saat ini -harta wakaf tersebut kabarnya pernah mencapai sepertiga dari kekayaan mesir. Dari harta wakaf inilah roda perjalanan al-azhar bisa terus berputar, termasuk memberikan bea siswa, asrama dan pengiriman utusan al-azhar ke berbagai penjuru dunia . Dari masjid ‘amru bin ‘ash dan ahmad bin thoulun, perlahan poros pendidikan berpindah ke al -azhar.

FASE PERALIHAN

SUDAH menjadi semacam perjanjian tak tertulis, pada setiap khalifah daulah fhatimiyah selalu di adakan restorasi bangunan jami’ Al-azhar. Hingga ketika gempa hebat sempat merusak al-azhar pada tahun 1303 M., sultan An-nashir yang memerintah saat itu segera merehab kembali bangunan masjid yang rusak.
Ciri spesifik pemugaran bangunan mulai nampak pada masa Qansouh Al-ghouri (1509 M.)yang merestorasi satu menara Al-azhar nan indah dengan dua puncak (Manaratul Azhar Dzatu Ar-ra’sain). Penyempurnaan jami’ al-azhar kembali dilanjutkan pada periode daulah Utsmani, dengan kegiatan renofasi yang tak jauh berbeda seperti sebelumnya. Puncaknya dicapai pada masa Amir Abdurrahman Katakhda (wafat 1776 M.) dengan menambah dua buah menara, mengganti mihrab dan minbar baru, membuka lokal belajar bagi yatim piatu, membangun ruaq sebagai pemondokan mahasiswa dan pelajar asing, membuat pendopo ruang tamu, terasa tak beratap dalam masjid, dan tangki air tempat berwudhu’. singkat kata, hampir seluruh bangunan tua yang masih tersisa di masjid al-azhar kini adalah hasil karya Amir Seiring gelombang pasang surut sejarah , berbagai bentuk pemerintahan silih berganti memainkan perannya dilembaga tertua ini. Selain sebagai masjid, proses penyebaran paham syi’ah turut mewarnai aktivitas awal yang dilakukan dinasti fhatimi. Khususnya dipenghujung masa khalifah Al-mu’iz li dinillah ketika Qadhi Qudhah Abul Hasan Ali bin Nu’man Al-Qairuwani mengajarkan fiqh madzhab syi’ah dari kitab mukhtasar yang merupakan pelajaran agama pertama di masjid al-azhar pada bulan Shafar 365 Hijriah (Oktober 975 M.).
Sesudah itu proses belajar terus berlanjut dengan penekanan utama pada ilmu-ilmu agama dan bahasa, walaupun tanpa mengurangi perhatian terhadap ilmu manthiq, filsafat, kedokteran, dan ilmu falak sebagai tambahan yang diikutsertakan. Namun semenjak shalahuddin Al-Ayyubi memegang pemerintahan Mesir (tahun 567 H/1171 M.), Al-azhar sempat diistirahatkan sementara waktu sambil dibentuk lembaga pendidikan alternatif guna mengikis pengaruh syi’ah. Disinilah mulai dimasukan perubahan orientasi besar-besaran dari mazdhab syi’ah ke mazdhab sunni yang berlaku hingga sekarang.

FASE REFORMASI

PEMBAHARUAN administrasi pertama al-azhar dimulai pada masa pemerintahan sultan Ad-Dhahir Barquq (784 H. / 1382 M.) dimana ia mengangkat sultan Bahadir At-Thawasyi sebagai direktur pertama, ini terjadi dalam masa kekuasaan Mamalik si Mesir. Upaya ini merupakan usaha awal untuk menjadikan Al-azhar sebagai yayasan keagamaan yang mengikuti pemerintah .
Sistim ini terus berjalan hingga pemerintahan Utsmani menguasai Mesir di penghujung abad 11 H. Ditandai dengan pengangkataan “Syaikh Umumy” yang digelar dengan Syaikh Al-Azhar sebagai figur yang mengatur berbagai keperluan pendidikan, pengajaran, keuangan, fatwa, hukum, termasuk tempat mengadukan segala persoalan. pada fase ini terpilih syaikh Muhammad Al-khurasyi (1010-1101) H.) sebagai syaikh Al-azhar pertama. Secara keseluruhan ada 40 syaikh yang telah memimpin Al-azhar selama 43 periode, hingga kini dipegang oleh mantan mufti, Syaikh Muhammad Thantawi.
Masa keemasan Al-azhar terjadi pada abad 9 H.(15 M.) banyak ilmuan dan ulama islam bermunculan di Al-azhar saat itu, seperti ibnu Khaldun, Al-farisi , As-suyuti, Al-‘Aini, Al-Khawi, Abdul Latif AL-bagdadi, Ibnu Khalikqan, Al-Maqrizi dan lainnya yang telah mewariskan banyak ensiklopedi arab.Iklim kemunduran kembali hadir ketika dinasti Utsmani berkuasa di Mesir (1517-1798 M.) Al-azhar mulai kurang berfungsi disertai kepulangan para ulama dan mahasiswa yang berangsur-angsur meninggalkan cairo. meski begitu tambahan berbagai bangunan tetap diupayakan atas prakarsa amir-amir Utsmani dan kaum muslimin sedunia.
Kepemimpinan Muhammad Ali Pasha di Mesir pada tahap selanjutnya telah membentuk sistem pendidikan yang paralel tapi terpisah, yaitu pendidikan tradisional dan pendidikan modern sekuler. Ia juga berusaha menciutkan peranan Al-azhar sebagai lembaga yang berpengaruh sepanjang sejarah, antara lain dengan menguasai badan waqaf Al-azhar yang merupakan urat nadinya. seterusnya, pada masa pemerintahan Khedive Ismail Pasha (1863- 1874) mulai diusahakan reorganisasi pendidikan, dan dari sinilah pendidikan tradisional mulai bersaing dengan pendidikan modern sekuler. Serangan terhadap pendidikan tradisional sering tampak dari usaha yang menginginkan perbaikan Al-azhar sebagai pusat pendidikan islam terpenting.
Sejak awal abad 19, sistim pendidikan barat mulai diterapkan di sekolah-sekolah Mesir. Sementara Al-azhar masih saja menggunakan sistim tradisional. dari sini mulai muncul suara pembaharuan .
Diantara pembaharuan yang menonjol adalah dicantumkannya sistem ujian untuk mendapatkan ijazah al-‘alamiyah (kesarjanaan) Al-azhar pada februari 1872. juga pada tahun 1896, buat pertama kali dibentuk Idarah Al-azhar (dewan administrasi). Usaha pertama dari dewan ini adalah mengeluarkan peraturan yang membagi masa belajar di Al-azhar menjadi dua periode: pendidikan dasar 8 tahun serta pendidikan menengah dan tinggi 12 tahun, kurikulum Al-azhar ikut diklasifikasikan dalam dua kelas: Al-‘ulum al-manqulah (bidang studi agama)dan al-‘ulum al-ma’qulah(studi umum).
Menyebut pembaharuan di Al-azhar, kita perlu mengingat Muhammad Abduh (1849-1905). Ia mengusulkan perbaikan sistem pendidikan Al-azhar dengan memasukan ilmu-ilmu modern kedalam kurikulumnya. Gagasan terssebut mulanya kurang disepakati oleh syaikh Muhammad Al-Anbabi. Baru ketika syaikh An-Nawawi memimpin Al-azhar, ide Muhammad Abduh bisa berpengaruh , berangsur-angsur mulai diadakan pengaturan masa libur dan masa belajar. Uraian pelajaran yang bertele-tele yang dikenal syarah al- hawasyi disederhanakan. Sementara itu kurikulum modern seperti fisika, ilmu pasti, filsafat, sosiologi, dan sejarah. telah menerobos Al-azhar, berbarengan dengan ini pula di renovasi ruaq Al-azhar sebagai pemondokan bagi guru dan maha siswa.
AL-AZHAR KINI
Pada abad XXI ini, Al-Azhar mulai memandang perlunya mempelajari sistem penelitian yang dilakukan universitas di barat, dan mengirim alumni terbaiknya untuk belajar ke eropa dan amerika. tujuan pengiriman itu adalah untuk mengikuti perkembangan ilmiyah di tingkat international sekaligus upaya perbandingan dan pengukuhan pemahaman islam yang benar. Cukup banyak duta Al-Azhar yang berhasil yang berhasil meraih gelar Ph.D dari universitas luar tersebut, diantaranya adalah syaikh DR. Abdul Halim Mahmud, syaikh DR. Muhammad AL-bahy, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sebelumnya, pada tahun 1930, keluar undang-undang nomor 49 yang mengatur Al-azhar mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi dan membagi universitas Al-azhar menjadi 3 fakultas,yaitu : Syari’ah, ushuluddin, dan bahasa arab.
Fakultas induk Ayari’ah wal Qanun (hukum international) di cairo merupakan bangunan pertama yang berdiri pada tahun 1930. semula bernama fakultas Syari’ah , lalu pada tahun 1961 dirubah menjadi nama seperti sekarang. Fakultas induk ushuluddin dan bahasa arab di cairo juga didirikan pada tahun 1930, penjurusannya diatur kembali pada tahun 1961. fakultas Da’wah islamiyah didirikan dengan keputusan presiden (keppres) nomor 380 tahun 1978 yang di keluarkan pada 16 Ramadhan 1398 H. bertepatan dengan 20 agustus 1978). Fakultas Dirasat islamiyah wal Arabiyah memulai kuliahnya tahun 1965 sebagai salah satu jurusan dari faklultas Syari’ah. pada tahun 1972 keluar keppres nomor 7 yang menjadikan fakultas ini sebagai lembaga tersendiri dengan nama (Ma’had Dirasat Al-islamiyah wal Arabiyah (Institute of Islamic and Arabic Studies ). Namun, pada 1976 keluar keppres No: 299 yang kembali menjadikan institut ini sebagai fakultas tersendiri, dengan jurusan :Ushuluddin, Syari’ah islamiyah, Bahasa arab dan Sastra arab.
Angin pembaharuan kembali berhembus di Al-azhar pada 5 Mei 1961 dimasa kepemimpinan syaikh Mahmud Syaltout. Peran Syaikh Al-azhar di ciutkan menjadi jembatan simbolis sehingga kurang mempunyai pengaruh langsung terhadap lembaga pendidikan yang berada di bawah pimpinanya. Undang-undang revolusi Mesir no:103 tahun 1961. undang-undang ini memberikan kemungkinan besar perubahan srtukturil pendidikan di Al-azhar, sehingga di antaranya membolehkan lulusan SD atau SMP Al-azhar untuk melanjutkan studinya ke SMP atau SMA milik departemaen pendidikan, atau sebaliknya. dalam ruang lingkup pendidikan tinggi, disamping fakultas-fakultas keislaman, ditambahkan lagi fakultas baru seperti: Tarbiyah, Kedokteran, Perdagangan, ekonomi, sains, pertanian, teknik, farmasi, dan sebagainya. Juga dibangun khusus fakultas untuk mahasiswi (kuliyatul banat) dengan berbagai jurusan.
Al-azhar mempunyai 3 rumah sakit unuversitas: Husain hospital, Zahra’ hosppital ,dan Bab El-Syari’ah Hospital. Sementara itu, Nasser Islamic Mission City untuk orang asing dibuka pada bulan september 1959.
Universitas (jami’ah ) Al-azhar hanyalah sala satu lembaga resmi yang dimiliki Al-azhar, masih ada lembaga lain yang sempat terbentuk, seperti:
· lembaga pendidikan dasar dan menengah (Al-Ma’ahid Al-Azhariyah)
· Biro kebudayaan dan missi islam (Idarah Ast-Tsaqafah wal Bu’uts al-islamiyah)
· Majlis tinggi Al-azhar (Majlis Al-a’la lil azhar )
· Lembaga riset islam (Majma’ Al-buhuts Al-islamiyah).
· Hai’ah Ighatsah Al-islamiyah
Sejak mula berdirinya, studi di Al-azhar selalu terbuka untuk semua pelajar dari seluruh dunia, Hingga kini Universitas Al-azhar memiliki lebih dari 50 fakultas yang tersebar di seluruh pelosok Mesir. itulah potret Al-azhar yang tetap tegar dalam kurun usia senja

MESIR SELAYANG PANDANG

Dalam wajah modern kini, Mesir telah banyak mengalami kemajuan di bandingkan dengan sebelumnya dengan pendapatan perkapita US$ 1221, Tingkat Inflasi 2,5%, Mesir terus beranjak dari epringkat negara ketiga.Devisa utamanya banyak dihasilkan dari sektor pariwisata, hasil minyak , terusan suez dan beberapa industri menengah.

Menempati wilayah seluas 1.002.000 km2, Mesir termasuk negara yang pengaturan penduduknya paling tidak merata di dunia.dimana hampir hampir 99% penduduk tinggal berdesakan pada sekitar 4% dari seluruh luas areal ( seanjang sungai nil ). Penyeabnya tentu karena 96% wilayahnya terdsiri dari padang pasir yang gersang. Panduduk negara ini sekarang mencapai 68,5 juta jiwa.dengan kepadatan penduduk 62 jiwa perkilometer persegi.Walau begitu pemerintah terus berusaha agar penyebaran penduduk tidak ahanya berpusat pada kota-kota lama, tapi juga menyebar pada kota satelit baru, seperti 6 october city,10 th of ramadhan city, sinai dan kawasan upper egypt.

Mesir terletak antara benua asia dan Afrika, meskipun orang banyak menganggap sebagian dari afrika, karena lebih dari 90% datarannya ada di Afrik, Posisi Mesir yang dekat dangan Asia dan bersebrangan dengan Eropa memang keliahatan srategis. disebelah utara berbatasan dengan laut tengah, sebelah selatan dengan sudan, sebelah barat dengan Libya sebelah timur dengan laut merah dan palestina dan Israel. Negara yang luasnya lebih besar 2 kali dari pada pulau Sumatera adalh produsen katun terbesar dan merupakan eksprotir kapas keenam dunia.Selain juga termasuk negara dengan jumlah mahasiswa asing terbanyak, terutama kota kairo yang terkenal padat.
Sebagai pemilik peradaban lama, Mesir gencar menjual pariwisata budayanya.Devisa yang diperoleh mencapai US$ 3,4 milliar dengan jumlah wisatawan melampaui limit 2 juta setiap tahun.Nilai ekspornya sendiri hanya US$ 7,1 Milliar sementara nilai ekspor US$ 17,5 milliar.namun demikian meisr menyimpan harapan income yang tinggi pula dari terusan suez hingga 2002 sebanyak US$ 1,819 milliar telkah masuk ke kantong negara lewat sektor ini.

Peningkatan tersebut disebabkan bertambahnya kapal-kapal gas dan container yang melewati terusan suez denga kapasitas angkut 23 juta ton. untu itu penggalian terusan juga di tingkatkan hingga kedalaman 60 kaki. sedang perolehan dari pajak sangat sedikit. ini berkaitan dengan kebijaksanaan pemerintah yang menurunkan nilai pajak dan memperbesar subsidi, demi stabilitas didalam negeri.

Mesir juga bertumpunpada pada sektor pertanian , dimana dari sketor ini sanggup menampung 31% dari jumlah tenaga kerja. bendungan Aswan yang dibuka kembali pada awal 1971 mampu menignkatkan 30% supali air untuk pertanian. Usaha membuka lahan baru kini menjadi proyek utama, seperti tosyka, meskipun sebelumnya telah di lakukam dengan keberhasilan cukup minim.Bendungan tinggi Aswan kini berfungsi mengontrol banjir tahunan yang pernah menyebabkan lembah nil berada di bawah air, disamping juga sebagai pembangkit listrik.

Bidang pertahanan dan keamanan juga menjadi fokus utama pemerintah negeri ini. Sebagai kekuatan ketiga dalam mliter di timur tengah setelah israel dan syria, serta yang teregolong terkuat di kawasan Afrika, Mesir tak segan mengeluarkan ongkos tinggibagi departement pertahanan dan angkatan bersenjatanya.
menyangkut penerbitan Pers, mesir menganut sistem kelembagaan.Setiap lebaga dan partai politikberhak menerbitkan lebih dari satu media cetak.Ada beberapa lebaga pers nasional yang meluncurkan media cetak dalam jumlah besar.salah satunya dalah lembaga Al-ahram yang menerbitkan surat kabar al-ahram ( berbahasa arab ), Mingguan Al-ahram weekly ( berbahasa inggris ), dan Al-Ahram Ebdo ( berbahsa perancis). Distribusinya meluas hingga Amerika dan Eropa lewat jasa satelit.Al-ahram juga menerbitkan majalah
__________________________________________________________

DATA SINGKAT NEGARA MESIR

Nama negara : Jumhuriyah Misr Al-arabiya ( Arab republik of Egypt )
Kepala Negara :pesident Mohammad Hosni Mubarok (sejak 1981 )
Perdana Mentri : DR. Athief Abied
Hari Nasional : 23 Juli ( Hari revolusi )
Lagu kabangsaan : Bilady, Bilady, Bilady
Ibu Kota : Cairo, Kode telepon 20-2
Kurs mata Uang : US$1 = LE.6,00 ( Pound egypt )
Pecahan mata uang :1 pound = 100 piastres ( yang beredar 5,10,20,25,50 piastres )
Uang Pound yang beredar : 1,5,10,20,50,100 pound
Pos dan Perangko : Pos biasa ( kotak merah ) untuk kawasan Mesir : 30 piastres
Pos udara ( kotak biru ) untuk wilayah Arab : 1 Pound
pos udara untuk luar negeri ( ke Indonesia ): 1,25 Pound
Waktu : Perbedaan waktu Mesir dan Indonesia
Musim dingin ( Oktober-April ) lebih lambat 5 jam
Musim Panas ( mei – September ) lebih lambat 4 jam
( Indonesia jam 6 subuh = Jam 12 malam kairo )
Iklim : Musim Panas ( Shaif ) : mei – Juli
Musim gugur ( Kharif ) : Agustus – Oktober
musim Dingin ( Syita’ ) : november – Januari
Musim Semi ( Rabi’ ) : Februari – April
Suhu palig rendah di Mesir berkisar 4 -12 derajat celcius.dan pada musim
panas mencapai 42 derajat celcius.
Maaskapai : Misr li Thairan ( Egypt Air ) untuk skala internasional
Sinai Air ( Khusus penerbangan Regional )
Agama : Islam ( 85% ) kristen ( 6% ) Yahudi ( 0,1% ) lain-lain ( 8,9% )
Makanan Pokok Gandum, Roti (‘Isy ), kacang ( ful ), beras.
Produk pertanian : kapas, Gandum, bersa, gula, Susu, Korma, domba, Ayam dll.
Industri Utama : Semen, pupuk, goni, Aluminium, Gula, besi dan baja, produk kapas, kimia
Bendera : bendera negara Mesir terdiri dari 3 warna :
Merah Atas : cermin pengorbanan dan kesugguhan demi kehormatan negara.
putih Tengah : Cermin perdamaian dan ketentraman
Hitam bawah : Cermin dari revolusi Mesir 23 Juli 1952 masa dalam jajahan.

Propinsi :

Kairo Ibu Kota kairo Giza Ibu Kota Giza
Daqqahliyah Ibu Kota Manshurah
Syarqiyah Ibu Kota Zagazig
Buhairah Ibu Kota Damanhur
iskandariyah Ibu Kota iskandariyah
Gharbiyah Ibu Kota Thanta
Qalyubiyah Ibu Kota Benha
El-minya Ibu Kota El-minya
Sohag Ibu Kota Sohag
Qena Ibu Kota Qena
manufiyah Ibu Kota Syibin El koum
Asyut Ibu Kota Asyut
Kafr Syaikh Ibu Kota kafr Syaikh
Faiyoun Ibu Kota faiyoum
Bani suef Ibu Kota Bani Suef
Aswwan Ibu Kota Aswan
Dimyath Ibu Kota Dimyath
Ismailiah Ibu Kota islmailiah
POrt said Ibu Kota Port Said
Suez Ibu Kota Suez
matruh Ibu Kota Marsa Matruh
Sinai utara Ibu Kota ‘Ariesy
El-wadiljadid Ibu Kota El-wadio jadid
Bahrul Ahmar Ibu Kota Hurghada
Sinai Selatan Ibu Kota
_________________________________________________________

SOSIAL BUDAYA MESIR
Gambaran kehidupan sosial-budaya sehari-hari di Mesir laksana bangunan tua yang terlihat seolah-olah sangat lelah dan payah, tiang- tiang bangunannya telah termakan usia perjalanan zaman yg sangat panjang, dan dinding tambal sulam perpaduan antara perdaban lama dan baru. serta atapnya keruh berdebu tebal. “Bangunan” yang menarik kalau di racik melalui ungkapan tulisan, tapi terkadang kurang menarik kalau di lihat dengan mata telanjang. Tapi andai kita ketahui, dalam bangunan usang itu penuh dengan nilai budaya dari generasi ke generasi didalamnya penuhdengan corak macam gaya hidup lama dan modern yg serba canggih. Sewaktu kekaisaran romawi menduduki wilayah mesir, penduduk mesir masih menganut paganisme. Sejarah mengatakan bahwa imperium Romawi tersebut melakukan penindasan dan pemerasan hasil bumi penduduk untuk kepentingan para penguasa di Romawi ( Eropa lama ). Ketika agama kristen tersebar di Mesir ada ertengahan abad [ertama masehi, tekanan terhadap penduduk semakin meningkat, hingga tahun 394 M saat ajaran kristen masuk dan menyebar di Romawi, lalu di akui menjadi agama resmi negara menggantikan paganisme. Pelanggaran nila-nilai kemanusiaan kembali di alami rakyat mesir setelah terjadi perbadaan ajaran agama antar pemeluk agama kristen di Romawi dengam pemuka agama kristen di Mesir, sampai akhirnya datang umat islam dari jazirah arab tahun 641 M. membebaskan mesir dari penindasan dan pemerasan bangsa Romawi.
Ketika Islam datang,menawarkan ajaran kasih sayang , pemaaf dan yang disisi Tuhan adalah yang paling takwa, tidak ada perbedaan kasta dalam masyarakat dan sebagainya, saat tu rakyat mesir yang mayoritas beragma kristen Koptik dan sekelompok yahudi menyaksikan ajaran islam bukanlah idealisme yg tidak mungkin di praktekkan.Malah di wujudkan dalam kehidupansehari-hari pada masa itu, mulai dari panglima sampai prajurit, penguasa hingga rakyat biasa.Keadaaan demikian rakyat mesir sangat mencintai ajaran agama islam lahir bathin.Sehingga keberadaan islam membentuk peradaban dalam sosial budaya dan bahsa mereka> Mesir menjadi bangsa yang kuat dan beradab.Selang beberapa abad kemudian, islam tidak sepenuhnya di manifestasikan dalam kehidupan, kekuatan main melemah sehingga mudah bagi bagi kaum imperialis Inggris, Prancis dan Italia ( Eropa baru ) menancakan kukunya di Mesir sebagai di lakukan bangsa Romawi, Untuglah fenomena arab islam dalam sosial budaya masyrakat mesir masih sangat menonjol.kalaubukan peranan dan perjuangan uolama islam yang ada du Mesir, hampirsaja bangsa eropa berhasil melepaskan islam secara total dari diri kehidupan orang Mesir.Latar belakang ini sangat prinsipil, karena sangat berpengaruh pada pembentukan watak dan karakter rakyat mesir berikutnya.di dasari atau tidak, keadaan hidup generasi kini banyak yang terpengaruh oleh generasi sebelumnya. Keadaan generasi sekarang, meski menghadapi arus modernisasi, namun kehidupan agamis dengan central masjid tetapa banyak ditemui di mana-mana. Alunan bacaan Al-qur’an masih sering terdengar dipertokoan maupun kendaraan pribadi dan umum, yang kadang-kadang bersaing dengan irama Rock ‘n Roll nya padang pasir.Tulisan ayat-ayat Al-qur’an dengan model kaligrafi yang beragtam banyak di jumpai, baik dirumah ( pintu dandinding ), kantor dalam bus dan lain-lain, malahan ada juga di gerobak makanan. Berbicara tentang keislaman di Mesir tentu tak dapat di lepaskan dengan peran ulamanya. Meski harus menghadapi budaya yg serba tumpang tindih, nyatanya mesir masih amat kaya dengan ulama dan sarjana yang diakui dengan tingkat bonafiditasnya. Bahkan ada sebagian ulama yg masihrangkaian sanad tertentu sehingga sumber asal suatu cabang ilmu, seperti ilmu qiro’ah, hadist, fiqhul madzahib dan sebagainya. Mereka tetap mepertahankan sistem belajr talaqqi demi kesinambungan ilmu tersebut.

Pendaftaran Ma’had Al-Azhar

Syarat-syarat yang diperlukan untuk mendaftar di Ma’had Al-Azhar adalah:

  1. Akte kelahiran
  2. Ijazah SLTP
  3. Transkrip Nilai SLTP
  4. Paspor beserta Foto Copy-nya
  5. Foto berwarna 4 x 6 = 4 lembar
  6. Surat Pengantar dari KBRI Cairo
  7. Materai seharga LE. 1

Prosedur Pendaftaran:

  1. Akte kelahiran, Ijazah dan Transkrip Nilai yang asli diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab dan dilegalisir oleh KBRI Cairo dan KEMLU Mesir
  2. Semua tersebut dimasukkan ke dalam map kertas dan plastik
  3. Selanjutnya berkas dibawa ke Kantor Urusan Mahasiswa Asing, pada Islamic Research Academy Al Azhar di Nasr City Cairo (Muraqib) dan diajukan ke bagian Akreditasi (mu’adalah) sub. Ma’ahid
  4. Bagi yang akan mendaftar di Ma’had Al-Azhar diharuskan melakukan tes darah (tahlil dam)terlebih dahulu di Mesir. Oleh karena itu yang bersangkutan harus sudah sampai di Mesir sebelum mendaftar ke Ma’had Al-Azhar.
Program S1 Universitas Al-Azhar

Berkas dan Persyaratan yang Diperlukan :

  1. Ijazah (Asli)
  2. Transkip Nilai (Asli)
  3. Akta Kelahiran (Asli)
  4. Fotokopi Paspor
  5. Pas photo ukuran 4 X 6 sebanyak 20 lembar (7 lembar untuk pendaftaran , 3 lembar untuk lapor diri di Konsuler, 3 lembar untuk lapor pendidikan di Atdikbud KBRI, 3 lembar untuk PPMI, dan 2 lembar untuk PMIK)
  6. Isian untuk identitas pribadi lengkap (nama, tempat dan tanggal lahir, alamat lengkap di Indonesia, jenis kelamin, jenjang pendidikan, nama kedua orang tua, alamat orang tua dan pekerjaannya, nama kakek)
  7. Isian untuk tiga fakultas pilihan yang diprioritaskan.

Waktu dan Tempat Pendaftaran

Waktu pendaftaran mulai tanggal 1 s/d 30 September, bertempat di Kantor Urusan Mahasiswa Asing, pada Islamic Research Academy Al Azhar di Nasr City Cairo.

Kronologi Proses Pengurusan

A). Penterjemahan Berkas

Menerjemahkan berkas-berkas berikut ke dalam Bahasa Arab:

  1. Ijazah Asli
  2. Transkip Nilai
  3. Akte Kelahiran

B). Legalisasi Berkas ke KBRI

  1. Melegalisir Ijazah Asli, Transkip Nilai Asli dan Akte Kelahiran Asli (disertakan pula fotokopinya masing-masing tujuh).
  2. Melegalisir terjemahan Ijazah (kecuali yang sudah berbahasa Arab), terjemahan Transkip Nilai dan terjemahan Akte Kelahiran (masing-masing rangkap tujuh).
  3. Ijazah dan Transkip Nilai dilegalisir oleh Konsuler dan Atdikbud, sedangkan Akte Kelahiran hanya dilegalisir oleh Konsuler. Selanjutnya satu berkas Ijazah, Transkip Nilai dan Akte Kelahiran tiap MABA diserahkan kepada pihak Atdikbud KBRI sebagai arsip.

C). Legalisasi Berkas ke Kharijiyyah (KEMLU Mesir)

Berkas-berkas yang harus dilegalisir oleh pihak Khorijiyah sebagai berikut:

  1. Ijazah Asli yang sudah berbahasa Arab dilegalisir oleh Khorijiyah dengan biaya @ LE 11.
  2. Ijazah Asli yang tidak berbahasa Arab dilegalisir beserta terjemahan Arabnya dengan biaya @ LE 11 X 2 lembar = LE 22.

Dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Ijazah yang sudah dilegalisir oleh KBRI, beserta fotokopinya
  2. Terjemahan Arab Ijazah berbahasa Indonesia yang sudah dilegalisir oleh KBRI, beserta Fotokopinya

D). Penyetaraan (mu’adalah) Ijazah di Kantor Urusan Mahasiswa Asing

Pemu’adalahan Ijazah yang dimaksud disini adalah pengesahan ijazah mu’adalah sebagai syarat pendaftaran.
Prosesnya bertempat di Kantor Urusan Mahasiswa Asing (Idarah el-Wafidin) adapun syarat-syaratnya sebagai berikut:

  1. Thalab mu’adalah (permohonan penyetaraan) yang sudah dibubuhi damghah ‘adiyah (materai biasa) seharga LE 1.
  2. Ijazah Asli yang telah dibubuhi damghah tathbiqiyah dan ‘adiyah masing-masing seharga LE 1 beserta terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI dan Khorijiyah.
  3. Fotokopi Ijazah Asli dan terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI dan Khorijiyah masing-masing satu berkas.
  4. Fotokopi Transkip Nilai Asli dan terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI satu berkas.
  5. Fotokopi Akte Kelahiran Asli dan terjemahannya yang sudah dilegalisir oleh KBRI satu berkas.
  6. Fotokopi paspor satu berkas.
  7. Semua berkas fotokopi di atas dimasukkan ke dalam map (malaf) plastik.

Keterangan:

  • Semua berkas di atas akan diambil oleh petugas kecuali Ijazah Asli dan terjemahannya akan dikembalikan setelah disyahkan.
  • Untuk berkas yang sudah berbahasa Arab dengan persyaratan seperti di atas tanpa menyertakan terjemahannya.
  • Semua Ijazah yang sudah disyahkan mu’adalahannya sebaiknya difotokopi rangkap dua, untuk persiapan proses pendaftaran berikutnya.

E). Persiapan Pendaftaran

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam persiapan pendaftaran ini adalah sebagai berikut:

  1. Membeli Madzruf (map berisi formulir pendaftaran) seharga @ LE 31,50 yang berisikan: Bithaqah Ikhtiyar (kartu pemilihan fakultas), Thalab Iltihaq bi al-Kulliyyah (pendaftaran studi), Bayanat Thalib Wafid Mustajid (data mahasiswa baru), stiker pilihan fakultas, dan sebuah buku panduan untuk MABA.
  2. Pengisian formulir
  3. Bithaqah Ikhtiyar untuk mahasiswa (thalib) berwarna abu-abu, sedangkan untuk mahasiswi (thalibah) berwarna kuning.

F). Pendaftaran ke Maktab Tansiq Qabul (Kantor Pendaftaran)

Syarat-syarat:

Menyerahkan madzruf yang berisi:

  1. Bithaqah Ikhtiyar yang sudah diisi dan ditempel stiker lengkap
  2. Thalab Iltihaq bi al-Kulliyyah (berwarna hijau).
  3. Bayanat Thalib Wafid Mustajid (berwarna putih) yang dibubuhi damghah ‘adiyah (materai biasa) seharga LE 1 (10 piaster dan 90 piaster) dan ditempel pas photo ukuran 4 X 6 satu lembar.
  4. Ijazah Asli dan terjemahannya (untuk yang berbahasa Arab) yang sudah disahkan mu’adalahnya.
  5. Transkip Nilai Asli dan terjemahannya (untuk yang berbahasa Indonesia) yang sudah dilegalisir oleh KBRI.
  6. Akte Kelahiran Asli dan terjemahannya (untuk yang berbahasa Indonesia) yang sudah dilegalisir oleh KBRI.
  7. Fotokopi Ijazah Asli dan terjemahannya (untuk yang berbahasa Arab) yang sudah dimu’adalahkan.
  8. Fotokopi Transkip Nilai Asli dan terjemahannya (untuk yang berbahasa Indonesia) yang sudah dilegalisir KBRI.
  9. Fotokopi Akte Kelahiran Asli dan terjemahannya (untuk yang berbahasa Indonesia) yang sudah dilegalisir KBRI.
  10. Pas foto ukuran 4 X 6 sebanyak tujuh (7) lembar (satu ditempel pada Bayanat Thalib Wafid Mustajid).
  11. Fotokopi Paspor sebanyak tiga (3) rangkap.
  12. Semua persyaratan di atas dimasukkan ke dalam madzruf dan diserahkan kepada petugas Pendaftaran.
  13. Madzruf yang disyahkan ditukar dengan Ishal (kwitansi bukti pendaftaran)
  14. Bukti pendaftaran tersebut dikirim ke Jakarta dengan pengantar surat KBRI untuk pengurusan visa.

G). Setelah Kedatangan

Setelah para mahasiswa baru tiba di Mesir, mereka harus melaksanakan hal-hal berikut:

  1. Lapor Diri ke Konsuler KBRI, dengan ketentuan sebagai berikut:
  2. Mengisi blanko pendaftaran Warga Negara Indonesia di Mesir yang berwarna kuning.
  3. Mengisi Formulir A yang berwarna putih tentang surat pernyataan menjadi warga yang baik.
  4. Fotokopi Ijazah, transkip nilai, dan akte kelahiran masing-masing satu berkas.
  5. Fotokopi Paspor satu lembar.
  6. Pas photo ukuran 4 X 6 sebanyak 3 lembar.
  7. Menyertakan Paspor Asli untuk mendapatkan stempel bukti lapor diri.

Semua berkas di atas dimasukkan ke dalam map dan diklip menjadi satu.

2. Lapor Pendidikan Ke Atdikbud KBRI, dengan ketentuan sebagai berikut:

Mengisi formulir yang disediakan oleh Atdikbud:
Dan bagi mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa dari Azhar :

  1. Fotokopi Ijazah, Transkip Nilai, dan Akte Kelahiran masing-masing satu lembar.
  2. Fotokopi Paspor satu lembar.
  3. Pas photo ukuran 4 X 6 sebanyak 3 lembar (ditempel di formulir P2, P3 dan P4)
  4. Menyertakan Paspor Asli untuk mendapatkan nomor pendidikan dan stempel sebagai bukti lapor pendidikan.
  5. Semua berkas di atas dimasukkan ke dalam map dan diklip menjadi satu.
  6. Menyerahkan berkas ke petugas

3. Pendaftaran sebagai anggota PPMI :

  1. Mengisi formulir
  2. Pas photo 3 lembar

4. Pendaftaran sebagai anggota PMIK (Perpustakaan Mahasiswa Indonesia-Cairo)

  1. Mengisi formulir
  2. Menyerahkan 1 lembar photo
Program S2 Universitas Al-Azhar

Pada tahun akademik 2007/2008 pendaftaran program S2 di Universitas Al-Azhar terbuka sepanjang tahun. Pendaftaran dilakukan secara langsung di kantor bagian Program Pascasarjana Gedung Rektorat Universitas Al-Azhar Nasr City Cairo Lantai IX untuk Putra dan lantai IV untuk putri.

Lulusan S1 Universitas al-Azhar

Syarat-syarat yang diperlukan oleh lulusan S1 Universitas Al-Azhar adalah sebagai berikut:

  1. Ijazah asli atau Syahadah Muaqqatah;
  2. Transkrip nilai asli;
  3. Syahadah Milad/Akte kelahiran asli;
  4. Fotokopi paspor;
  5. Pas Poto sebanyak 6 lembar;
  6. Mengisi formulir pendaftaran
  7. Mengajukan Surat Permohonan untuk diterima masuk program S2 yang ditujukan kepada Dekan Fakultas.

Ujian masuk program S2 diadakan dalam empat periode dalam satu tahun : periode Februari, Mei, Agustus dan November. Bertempat di tiap-tiap Fakultas yang bersangkutan. Materi yang diujikan berupa Al-Quran (lisan dan tulisan). Untuk mahasiswa asing non-Arab, diwajibkan hafal Al-Quran 8 juz .

Lulusan S1 Non Universitas Al-Azhar

Setiap calon mahasiswa lulusan S1 non Universitas Al-Azhar yang ingin melanjutkan studi program S2 di Universitas Al-Azhar, terlebih dahulu harus memproses akreditasi ijazah S1 yang dimiliki.

Sejak tahun akademik 2002/2003 Ijazah S1 Fakultas Syariah dan Ushuluddin UIN/IAIN/STAIN secara institusional diakreditasi oleh Universitas Al-Azhar, sehingga setiap pemegang ijazah kedua fakultas tersebut dapat langsung mendaftar program S2 tanpa melalui proses akreditasi. Namun mulai tahun akademik 2005/2006 hingga sekarang, akreditasi ijazah dilakukan secara perorangan, masing-masing mahasiswa yang akan melanjutkan studi program S2 harus memproses akreditasi ijazahnya.

Syarat yang diperlukan untuk memproses akreditasi ijazah S1:

  1. Fotokopi ijazah SMU/MAN dan yang sederajat;
  2. Ijazah asli S1 dan terjemahannya, keduanya dilegalisir oleh Deplu RI dan Kedutaan Mesir di Jakarta, beserta fotokopinya;
  3. Transkrip Nilai asli S1 dan terjemahannya, keduanya dilegalisir oleh Deplu RI dan Kedutaan Mesir di Jakarta, beserta fotokopinya;
  4. Kurikulum Fakultas dalam bahasa Arab (Fakultas eksakta bisa dalam bahasa Inggris). Menerangkan materi-materi yang dipelajari setiap tahun berikut jumlah jam tiap-tiap materi perminggu dan ditandatangani oleh Dekan Fakultas;
  5. Membayar biaya akreditasi sebesar LE 500,-(Lima Ratus Pound Mesir).

Tempat & Waktu Proses Akreditasi

Berkas di atas diserahkan ke Panitia Penyetaraan Ijazah kantor bagian Pengajaran dan Mahasiswa Universitas Al-Azhar Gedung Rektorat lantai III (Untuk Fakultas eksakta proses akreditasi di kantor Majelis Tertinggi Urusan Perguruan Tinggi Mesir). Proses akreditasi bisa dilakukan sepanjang tahun. Biasanya memakan waktu yang cukup lama sekitar 3 – 5 bulan.

Calon mahasiswa atau yang mewakilinya diharapkan untuk aktif mengikuti perkembangan proses akreditasi tersebut. Jika ijazah dinyatakan mu’adalah, maka yang bersangkutan melengkapi persyaratan lainnya seperti fotokopi paspor, pas foto, akte kelahiran dan mengikuti ujian masuk di Fakultas.

Universitas Negeri Non Al-Azhar di Mesir

Berkas dan Persyaratan yang Diperlukan

  1. Ijazah asli yang sudah mendapatkan penyetaraan (mu’adalah).
  2. Transkip Nilai asli
  3. Akta Kelahiran asli
  4. Fotokopi Paspor.
  5. Pas photo 4 X 6 sebanyak 6 lembar.
  6. Mengisi berkas-berkas berikut: (berkas ini berada di dalam madzruf/sampul yang bisa diperoleh di kantor Universitas dimaksud atau KBRI):
  • Thalab Iltihaq (permohonan melanjutkan studi).
  • Bithaqah Tarsyih Mabda’i (kartu calon mahasiswa).
  • Istimarah al-Ma’lumat (formulir Informasi).
  • Iqrar Waliyyul Amri wa at-Thalib (surat pernyataan wali dan calon mahasiswa).
  • Bithaqah ar-Raghabat (kartu pemilihan fakultas dan jurusan yang diinginkan oleh calon mahasiswa).

Proses Pendaftaran

  1. Menterjemahkan berkas dan melegalisirnya ke KBRI dan KEMLU (Kharijiyah) dengan prosedur sebagaimana S1 Al-Azhar.
  2. Me-mu’adalah-kan (menyetaraan) ijazah bagi ijazah yang belum mu’adalah.
  3. Menyerahkan berkas-berkas pendaftaran ke Maktab Tansiq Qabul (Kantor Pendaftaran) Perguruan Tinggi Negeri yang dikehendaki.

Ma’had ‘Ali li Ad-Dirasat Al-Islamiah (Zamalik)
Berkas dan Persyaratan yang diperlukan untuk program Diploma (Pasca S1)

  1. Ijazah asli S1 atau fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir KBRI dan DEPLU (Kharijiyah) Mesir, dan sudah diakreditasi oleh Ma’had Zamalik.
  2. Pas photo 3 lembar ukuran 4×6
  3. Rekomendasi dari KBRI.
  4. Fotokopi paspor lembar depan dan lembar izin tinggal (visa).
  5. Membayar SPP sebesar US$ 400 pertahun.

Ma’had Al-Buhuts wa Ad-Dirasat Al-Arabiyah (Universitas Liga Arab)
Syarat-syarat masuk program diploma

  1. Lulus S1 dengan predikat minimal jayyid (baik) dari salah satu perguruan tinggi anggota Liga Arab atau perguruan tinggi tertentu yang diakreditasi.
  2. mampu berbahasa Arab dengan baik bagi calon mahasiswa non Arab
  3. Memilih fakultas sesuai jurusan yang diraih pada jenjang S1
  4. Memilih sistem perkuliahan:
  • Intidzom : minimal mengikuti 70 % perkuliahan.
  • Intisab : hanya mengikuti ujian.

Berkas-berkas yang diperlukan :

  1. Ijazah asli S1 atau fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir KBRI dan KEMLU (Kharijiyah) Mesir.
  2. Transkrip Nilai asli atau fotokopi Transkrip Nilai yang sudah dilegalisir KBRI dan DEPLU (Kharijiyah) Mesir.
  3. Akte kelahiran
  4. Rekomendasi dari KBRI
  5. Fotokopi paspor
  6. Empat lembar pas foto ukuran 4×6

SPP :
Intidzom (Sesuai Predikat):

  1. Jayyid (baik): $700
  2. Jayyid Jiddan (baik sekali): $500
  3. Mumtaz (istimewa): $300

Intisab:
$1300 (Tidak ada keringanan biaya untuk predikat apapun).

Program S3 Universitas Al-Azhar

Syarat-syarat untuk mendaftar pada program S3 Universitas Al-Azhar adalah:

  1. Foto copy ijazah tingkat menengah (SMA/Aliyah) atau yang sederajat
  2. Ijazah asli S1 yang dilegalisir DEPLU RI dan Kedutaan Mesir di Jakarta
  3. Transkrip nilai S1 yang telah dilegalisir pihak terkait
  4. Kurikulum fakultas tingkat S1 (distempel oleh pihak fakultas) yang berisi mata kuliah-mata kuliah dan satuan alokasi waktu yang diberikan untuk setiap mata kuliah dalam satu jenjang (S1).
  5. Ijazah asli S2 yang telah dilegalisir pihak terkait
  6. Transkrip nilai tingkat tamhidi (masa teori program S2) yang telah dilegalisir pihak terkait
  7. Tesis magister yang distempel oleh pihak fakultas
  8. Keputusan tim penguji tesis (asli dan dilegalisir)
  9. Kurikulum S2 yang distempel oleh pihak fakultas
  10. Biaya akreditasi sebanyak 500 LE
  11. Foto copy ijazah-ijazah dan berkas-berkas

Program S3 Universitas Cairo (bagi non lulusan Universitas Cairo)
Syarat-syarat untuk mendaftar di Program S3 Universitas Cairo adalah sebagai berikut:

A. Proses Muadalah (Akreditasi)

  1. Foto copy ijazah S1 (1 lembar) yang dilegalisir dan 3 lembar foto copynya
  2. Foto copy kurikulum S1 (1 lembar) yang dilegalisir dan 3 lembar foto copynya
  3. Foto copy ijazah S2 (1 lembar) yang dilegalisir dan 3 lembar foto copynya
  4. Foto copy kurikulum S2 (1 lembar) yang dilegalisir dan 3 lembar foto copynya
  5. Tesis magister (asli) yang distempel pihak fakultas dan 3 naskah foto copynya
  6. Keterangan dari (fakultas/jurusan/universitas yang mengeluarkan ijazah) tentang syarat-syarat penerimaan mahasiswa, syarat-syarat memperoleh ijazah dan keterangan tentang kurikulum jurusan beserta 1 eksemplar foto copynya
  7. Keterangan dari pihak yang mengeluarkan ijazah yang berisi bahwa mahasiswa benar-benar pernah terdaftar sebagai mahasiswa dan mengikuti kuliah secara aktif (intidzam)
  8. Paspor (lama) yang berisi semua visa pada waktu belajar dan foto copynya sebanyak 1(bagi mahasiswa yang belajar di LN)
  9. Permohonan akreditasi kepada Universitas Cairo dari KBRI Mesir

Keterangan:

  • Legalisasi berkas-berkas diperoleh dari kantor bidang kebudayaan kedutaan Mesir di mana perguruan tinggi itu berada atau Dari KBRI di negara di mana perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah tersebut berada plus legalisasi dari Kementrian Luar Negeri di Mesir.
  • Membayar proses muadalah sebanyak LE 1000 (seribu Pound Mesir)
  • Membayar LE 30 (tiga puluh Pound Mesir) untuk mengambil sertifikat muadalah plus materai-materai dan biaya pengiriman pos kilat.

B. Proses pendaftaran

  1. Setelah selesai proses akreditasi (muadalah), selanjutnya mengurus pendaftaran di fakultas yang dituju.
  2. Keterangan :
  3. Program doktoral tidak memakai sistem tatap muka kelas tapi langsung mengajukan judul disertasi
  4. Biaya tahun pertama sebesar 3000 Pondsterling (sekitar 5000 dolar Amerika), biaya tahun kedua sebesar 2000 Pondsterling (sekitar 3000 dolar Amerika), begitu juga tahun ketiga dan seterusnya.
    Source: http://kmkmesir.com/?page_id=86

3 responses to this post.

  1. Posted by Gunawan Aryadinata on Mei 26, 2010 at 5:10 am

    Saya ingin mendapatkan beasiswa Strata – 2 di Al Azhar University Mesir, Tolong di bantu? Can U help me, saya lulusan universitas islam bandung (UNISBA)jurusan manajemen keuangan, saya ingin meneruskan di strata – 2, terima kasih

    Balas

    • Posted by marhamahsaleh on November 5, 2010 at 4:48 am

      Untuk update info minhah (beasiswa) Al-Azhar mungkin perlu dirujuk ke situs Atdikbud KBRI Cairo http://www.atdikcairo.org/
      Silahkan berkomunikasi via email dengan home/local staff KBRI Cairo. Saya sudah lama meninggalkan bumi Al-Azhar, info yang saya miliki mungkin ada yang sudah kadaluwarsa. Maaf telat reply. Smg Sukses.

      Balas

  2. Posted by rasid on Oktober 11, 2010 at 5:06 am

    baik sekali

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: